Breaking News

Derita Warga Medan Tiada Akhir: Puluhan Tahun Dibiarkan Hancur, Lubang Neraka Jalur Pelabuhan Belawan Kembali Telan Korban Jiwa Pemuda 24 Tahun!

BELAWANSOLOTRANS, Belawan — Kutukan infrastruktur buruk di jalur logistik Pelabuhan Belawan kembali memakan korban jiwa untuk kesekian kalinya, yang tercatat sebagai tragedi memilukan ke-seratus kalinya menimpa warga dan pekerja di Kodya Medan. 

Seorang pemuda berusia 24 tahun bernama Widodo, yang baru saja melangsungkan pesta pernikahan dua bulan lalu, tewas secara mengenaskan setelah sepeda motor yang dikendarainya terjebak lubang maut dan terlindas truk.

Peristiwa tragis ini terjadi tepat pada kamis, pukul 16.10 WIB di depan bekas Hotel Pardede, Belawan. 

Korban yang merupakan warga Lingkungan 11, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, dan bekerja sebagai tenaga outsourcing di perusahaan PHG Belawan, tengah dalam perjalanan pulang usai bekerja. 

Nahas, kondisi jalan lintas yang sangat hancur lebur dan dipenuhi kubangan air—yang telah dibiarkan rusak berpuluh-puluh tahun tanpa perbaikan berarti—membuat sepeda motor dan korban terperosok jatuh sebelum akhirnya korban terlindas truk berat yang datang dari arah Pelabuhan Belawan.

Kerusakan parah pada Jalur Utama Pelabuhan ini bukan rahasia lagi. Jalanan yang menyerupai kubangan kerbau tersebut menjadi saksi bisu atas hilangnya nyawa warga Medan secara beruntun akibat kelalaian menahun dari pihak-pihak berwenang, baik Walikota Medan, Gubernur, maupun pihak Pelindo yang nyata-nyata paling bertanggung jawab atas hancurnya infrastruktur lintas Pelabuhan Belawan.

Kritik tajam langsung dilayangkan kepada Walikota Medan, Rico Waas. Meski telah menjabat selama lebih dari satu tahun, Rico Waas dinilai sangat tidak peduli dengan keselamatan infrastruktur di kawasan Belawan. 

Warga menilai sang walikota lebih sibuk melakukan kunjungan dan program pencitraan semata, tanpa memiliki konsep nyata atau keberpihakan untuk melindungi warganya—bukan hanya dalam hal keamanan, tetapi juga jaminan kelayakan infrastruktur jalan yang telah merenggut banyak nyawa. 

Mayoritas korban tewas akibat terjebak lubang dan terlindas truk ini adalah warga asli Kodya Medan sendiri.

Sikap Tegas FORMABEM: Tuntut Pertanggungjawaban Hukum Walikota Medan

Menanggapi insiden berdarah yang ratusan kalinya ini, FORMABEM (Forum Masyarakat Belawan Membangun) mengeluarkan pernyataan sikap keras dan mengecam keras sikap abai Pemerintah Kota.

FORMABEM secara tegas menuntut Walikota Medan, Rico Waas, untuk bertanggung jawab penuh secara hukum sesuai dengan Undang-undang yang berlaku atas kematian Widodo.

"Jangan hanya program seremonial dan pencitraan saja yang dilakukan, sementara jalan yang rusak parah dan berlubang yang merenggut nyawa rakyat diabaikan begitu saja!" tegas Pengurus FORMABEM.

Melalui badan hukum resminya, POSBAKUM FORMABEM menyatakan sikap mengkaji secara mendalam dan bersiap melayangkan gugatan serta tuntutan hukum secara resmi kepada Walikota Medan Rico Waas. 

Langkah ini diambil karena pembiaran infrastruktur yang mematikan ini telah terlampau batas, di mana korban-korban yang terlindas truk di jalanan rusak tersebut mayoritas adalah warga asli Kota Medan yang terus dikorbankan demi kepentingan birokrasi yang mandul empati.

(MDR)

0 Komentar

© Copyright 2022 - BELAWAN SOLO TRANS