Breaking News

Ratusan Lebih Rumah Terdampak Padam nya Aliran Listrik, Puluhan UMKM Lumpuh Dan Warga Klaim Mengalami Kerugian Ratusan Juta Rupiah.

BELAWANSOLOTRANS, MEDAN LABUHAN - Kemarahan dan kekecewaan warga Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, terhadap pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali memuncak.

Aliran listrik di sejumlah wilayah permukiman warga dilaporkan padam selama kurang lebih 22 jam, sejak Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 22.00 WIB hingga Kamis, 27 Agustus 2026 sekitar pukul 18.45 WIB.

Gangguan tersebut berdampak terhadap lebih dari 400 rumah warga yang tersebar di lima lingkungan di Kelurahan Sei Mati.

Yang membuat warga semakin kecewa, gangguan listrik serupa disebut bukan pertama kali terjadi. Warga mengaku sudah berulang kali menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran pengaduan PLN, termasuk PLN Mobile, customer service, maupun kepada petugas PLN yang berada di lapangan.

Namun, menurut sejumlah warga, penanganan gangguan dinilai terlalu lamban dan belum memberikan solusi yang dianggap konkret.

UMKM LUMPUH, KERUGIAN WARGA MEMBESAR

Pemadaman dalam waktu yang sangat panjang tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas rumah tangga.

Sejumlah pelaku UMKM di wilayah terdampak mengaku mengalami kerugian akibat tidak dapat menjalankan aktivitas usaha secara normal.

Usaha yang membutuhkan listrik, seperti perdagangan makanan dan minuman, penyimpanan bahan makanan menggunakan lemari pendingin/freezer, usaha rumahan, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya ikut terdampak.

Warga dan pelaku UMKM memperkirakan nilai kerugian secara keseluruhan dapat mencapai ratusan juta rupiah, meskipun angka tersebut masih perlu diverifikasi dan dihitung secara lebih terukur.

“Kami bukan hanya kecewa, tetapi sudah sangat marah. Listrik mati berjam-jam, bahkan sampai hampir satu hari penuh. Kami sudah berkali-kali menghubungi PLN, tetapi masyarakat seperti dibiarkan menunggu tanpa kepastian yang jelas,” ujar beberapa orang warga saat ditemui awak media di lokasi.

Pelaku UMKM lainnya mengatakan bahwa pemadaman berkepanjangan membuat kegiatan usaha mereka terhenti dan berpotensi menyebabkan kerusakan bahan dagangan.

AKTIVIS DAN PENGAMAT PELAYANAN PUBLIK PERTANYAKAN SOLUSI KONKRET PLN

Aktivis dan Pengamat Pelayanan Publik mempertanyakan mengapa gangguan listrik yang disebut berulang kali terjadi di kawasan tersebut sering tidak mendapatkan penyelesaian yang benar-benar permanen.

Beberapa tokoh masyarakat juga meminta pihak PLN Ranting Belawan dan PLN Wilayah Sumatera Utara/Cabang Medan tidak hanya melakukan perbaikan ketika gangguan terjadi, tetapi juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jaringan serta infrastruktur kelistrikan yang melayani kawasan permukiman masyarakat.

Warga pun menilai masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, langkah perbaikan, kondisi jaringan, serta rencana pembenahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

DESAK PLN TERBUKA DAN AUDIT PENGELOLAAN ANGGARAN

Kondisi tersebut juga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai pengelolaan anggaran pemeliharaan dan peningkatan jaringan listrik di wilayah tersebut.

Terdapat dugaan penyimpangan anggaran atau kelalaian dalam pengelolaan jaringan, masyarakat meminta agar persoalan tersebut diaudit dan diperiksa secara transparan oleh pihak yang berwenang.

Jangan sampai buruknya pelayanan publik justru terjadi karena adanya persoalan dalam pengelolaan anggaran, pengadaan, pemeliharaan, atau manajemen infrastruktur.

Jika anggaran pemeliharaan tersedia, ke mana anggaran tersebut dialokasikan? Jika jaringan memang sudah tidak layak, mengapa pembenahan permanen belum dilakukan? Dan jika gangguan sudah berulang kali dilaporkan masyarakat, mengapa persoalan yang sama kembali terjadi?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menunggu jawaban terbuka dari pihak PLN.

Masyarakat berharap PLN tidak berhenti pada tindakan perbaikan sementara setelah terjadi gangguan.

Warga menegaskan bahwa listrik bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan kebutuhan dasar masyarakat dan urat nadi aktivitas ekonomi.

Pemadaman hingga puluhan jam bukan hanya membuat rumah warga gelap, tetapi juga dapat menghentikan roda ekonomi masyarakat kecil.

PLN HARUS MEMBERIKAN JAWABAN

Masyarakat Kelurahan Sei Mati khusus nya meminta PLN memberikan penjelasan secara terbuka terkait pemadaman panjang yang sering terjadi namun lamban di respon.

Warga berharap pihak PLN tidak menganggap persoalan ini sebagai keluhan biasa.

Ini adalah persoalan pelayanan publik yang menyangkut ratusan rumah tangga dan keberlangsungan usaha masyarakat.

Atas kejadian tersebut, warga meminta PLN Ranting Belawan dan jajaran PLN di wilayah Medan/Sumatera Utara segera memberikan penjelasan resmi, melakukan evaluasi menyeluruh dan menghadirkan solusi konkret.

"JIKA PEMADAMAN TERUS BERULANG, MAKA PERTANYAAN PUBLIK AKAN SEMAKIN BESAR: APA SEBENARNYA YANG TERJADI DENGAN INFRASTRUKTUR DAN PENGELOLAAN PELAYANAN LISTRIK DI KAWASAN INI?"

Masyarakat tidak membutuhkan janji. Masyarakat membutuhkan listrik yang menyala, pelayanan yang cepat, jaringan yang andal dan pertanggungjawaban yang jelas, jangan hanya tindakan tegas yang di lakukan pihak PLN tatkala masyarakat terlambat membayar tagihan, namun pelayanan dan kualitas di abaikan. 

(MDR

0 Komentar

© Copyright 2022 - BELAWAN SOLO TRANS