Anak Muda Belawan Hidupkan Semangat Kemerdekaan Lewat Seni: Teater Dermaga Hadirkan “MARTINI AKU INGIN PERGI”
BELAWANSOLOTRANS, BELAWAN, — Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara dan kegiatan seremonial. Di Kecamatan Medan Belawan, sekelompok anak muda memilih panggung seni sebagai ruang untuk menyuarakan semangat persatuan, kebudayaan dan kreativitas generasi muda.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan “Pentas Seni” yang digelar oleh Teater Dermaga Belawan dengan mengangkat tema “Merdeka Dengan Damai, Bersatu Dalam Seni dan Budaya”, Rabu malam, 19 Agustus 2026, bertempat di Aula Kantor Camat Medan Belawan.
Kegiatan yang berlangsung mulai sekitar pukul 20.30 WIB hingga 23.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah tamu undangan dan perwakilan berbagai unsur masyarakat, di antaranya perwakilan ormas FORMABEM, LPM, perwakilan Polsek Belawan, perwakilan Kecamatan Belawan, Tim Medan Teater serta Komunitas Film Sumut.
Pentas tersebut menjadi ruang bagi anak-anak muda Belawan untuk menunjukkan bahwa kawasan pesisir tidak hanya memiliki persoalan sosial dan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang seni dan kebudayaan yang layak mendapatkan ruang dan perhatian.
Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu “Gugur Bunga” sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Suasana kemudian dilanjutkan dengan tari persembahan, disusul penampilan tari Tor-Tor dari Tim Teater Cilik yang membawa nuansa budaya ke tengah panggung.
Tidak berhenti di sana, kreativitas kembali ditampilkan melalui tari "Ciek Dou Tigo" yang dibawakan oleh tim tari Teater Dermaga. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya memperkenalkan dan menjaga keberagaman seni budaya melalui generasi muda.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembacaan puisi, yang memberikan warna berbeda sekaligus menjadi media bagi generasi muda untuk menyampaikan ekspresi, kegelisahan dan pesan-pesan sosial melalui bahasa sastra.
Sementara itu, semangat anak-anak semakin terlihat ketika Tim Teater Cilik membawakan lagu bertema kemerdekaan “17 Agustus”.
Puncak acara kemudian ditandai dengan penampilan teater berjudul “MARTINI AKU INGIN PERGI”.
Pertunjukan teater tersebut menjadi sajian utama yang sekaligus memperlihatkan keseriusan para pegiat Teater Dermaga dalam mengembangkan seni pertunjukan di Belawan.
Melalui panggung teater, para pemain tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadikan seni sebagai sarana menyampaikan cerita, gagasan dan realitas kehidupan kepada masyarakat.
Penampilan para pemain yang terlihat dalam dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme dan kekompakan para anggota Teater Dermaga dalam membangun sebuah pertunjukan bersama.
Bagi Teater Dermaga, panggung bukan sekadar tempat untuk tampil. Panggung menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk belajar, berkarya, membangun keberanian serta memperkenalkan potensi seni dan budaya yang tumbuh di tengah masyarakat Belawan.
Seni Menjadi Ruang Persatuan
Mengusung tema “Merdeka Dengan Damai, Bersatu Dalam Seni dan Budaya”, kegiatan ini juga menjadi pesan bahwa kemerdekaan dapat dimaknai melalui berbagai bentuk kreativitas positif.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda di kawasan Belawan, kehadiran komunitas seni seperti Teater Dermaga menjadi salah satu ruang alternatif untuk menyalurkan energi anak muda ke arah yang produktif.
Keterlibatan Teater Cilik juga menunjukkan adanya upaya regenerasi. Seni tidak hanya diperuntukkan bagi generasi muda yang sudah dewasa, tetapi mulai diperkenalkan kepada anak-anak sejak dini agar kecintaan terhadap budaya dan seni pertunjukan dapat terus berkembang.
Kegiatan akhirnya ditutup dengan penyampaian oleh Ketua Panitia, sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian pentas seni yang berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB.
Pentas Seni Teater Dermaga Belawan ini menjadi bukti bahwa anak-anak muda Belawan memiliki panggung, kreativitas dan semangat untuk berkarya.
Dari Belawan, mereka ingin menyampaikan pesan sederhana namun kuat:
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang memberikan ruang kepada generasi muda untuk berkarya, bersatu dan membangun masa depan melalui seni dan budaya.
(Red)
0 Komentar