Breaking News

Sampaikan Tuntutan Interpelasi, Presidium Masyarakat Medan Utara Gelar Aksi Saat Kunjungan Rico Waas Menghadiri Acara Konsolidasi di Belawan

BELAWANSOLOTRANS, Belawan – Kunjungan kerja sekaligus acara konsolidasi yang dihadiri oleh Walikota Medan, Rico Waas, di Belawan pada Senin (18/5/2026), diwarnai oleh aksi unjuk rasa damai dari elemen masyarakat sipil. Massa yang tergabung dalam Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) dan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) menggelar aksi lanjutan untuk menyuarakan rapor merah dan tuntutan krusial terkait pembangunan di wilayah utara Kota Medan.

Massa aksi berkumpul di titik awal Kantor Camat Medan Belawan dengan membentangkan spanduk hitam besar bertuliskan "SERUAN AKSI Bersama Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) dan Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (GERBRAK) #SUARA DARI UTARA 'INTER PELASI RICO-ZAKY". Berdasarkan rute yang direncanakan, massa bergerak menuju Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara.

Dalam aksi tersebut, perwakilan penanggung jawab aksi, Saharuddin, menyerahkan langsung berkas dokumen tuntutan resmi yang kemudian diterima dan ditandatangani oleh perwakilan pihak kecamatan/pemerintah setempat, Yose Ferry.

Terdapat 3 (tiga) poin utama yang menjadi tuntutan tegas para aktivis Medan Utara dalam aksi kali ini:

- Penyelesaian Masalah Sosial: Mendesak pihak berwenang dan jajaran Pemko Medan untuk lebih fokus dan segera menyelesaikan berbagai ketimpangan serta masalah sosial yang berlarut-larut di kawasan Medan Utara.

- Desakan Hak Interpelasi: Mendorong segera seluruh anggota DPRD Kota Medan melalui fraksi-fraksi dan partai politik untuk mengajukan Hak Interpelasi atas kepemimpinan Rico-Zaky. Hak interpelasi ini dituntut sebagai bentuk audit kinerja resmi serta transparansi realisasi APBD tahun berjalan.

- Transparansi Aset Pemprovsu (Medan Club): Mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menyikapi polemik aset Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) secara transparan dan akuntabel. PMMU meminta APH memeriksa secara berkala seluruh pihak terkait, baik yang mengaku sebagai penggugat maupun anggota serta pengurus perkumpulan Medan Club.

Koordinator aksi menegaskan bahwa gerakan ini merupakan murni suara dari masyarakat bawah di Medan Utara yang merasa pembangunan dan keadilan sosial di wilayah mereka masih tertinggal jauh dibandingkan wilayah Medan lainnya. Pihaknya menyatakan akan terus mengawal tuntutan ini hingga DPRD Kota Medan dan institusi penegak hukum mengambil tindakan nyata atas aspirasi tersebut.

Aksi unjuk rasa berjalan dengan tertib dan mendapatkan pengawalan dari pihak keamanan setempat hingga selesai.

(MDR)

0 Komentar

© Copyright 2022 - BELAWAN SOLO TRANS